ISJ Media
ISJMEDIAIndonesia Scout Journalist

Arsip Tag

Tag : #Pramuka

Jumlah :22 Post
Ide Kreatif Kewirausahaan Pemuda: Membangun Kemandirian Finansial Gudep
Idea 30 Views

Ide Kreatif Kewirausahaan Pemuda: Membangun Kemandirian Finansial Gudep

Kemandirian finansial merupakan salah satu pilar penting agar sebuah Gugus Depan dapat menjalankan program kegiatan secara berkelanjutan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada iuran anggota atau bantuan luar. Jiwa wirausaha (entrepreneurship) perlu ditanamkan sejak usia penegak dan pandega. Artikel gagasan ini mengulas berbagai ide usaha produktif yang ramah remaja, seperti pengelolaan sanggar pramuka, pembuatan atribut dan suvenir resmi, pelatihan keterampilan tangan, hingga pemanfaatan platform e-commerce untuk produk-produk lokal buatan anggota. Melalui program kewirausahaan mandiri, anggota pramuka tidak hanya belajar mencari keuntungan finansial, tetapi juga mengasah mental kerja keras, manajemen risiko, dan kerja sama tim yang solid sebagai bekal berharga menyongsong masa depan.

Senin, 21 Sep 2026Baca →
After Movie Jambore Nasional XII Tahun 2026
Video 8 Views

After Movie Jambore Nasional XII Tahun 2026

Inilah keseruan Jambore Nasional (Jamnas) XII yang diselenggarakan pada tanggal 13 sampai dengan 20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, dimeriahkan oleh lebih dari 20 ribu warga perkemahan.

Kamis, 03 Sep 2026Baca →
Menulis Berita Tidak Susah
Idea 12 Views

Menulis Berita Tidak Susah

Baru saja berdiri beberapa bulan, komunitas Pewarta Pramuka yang dalam Bahasa Inggris disebut Indonesia Scout Journalist (ISJ), telah mendapat sambutan hangat. Dalam group komunitas tersebut di Facebook, telah tercatat sekitar seribu lebih yang bergabung. Ketika pertama kali dibentuk, ISJ memang terbuka bagi Pramuka atau non-Pramuka (baik yang pernah maupun tidak pernah sama sekali menjadi anggota organisasi kepanduan di mana pun), yang mau membantu Gerakan Pramuka khususnya dan kepanduan umumnya, dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan kepramukaan yang ada. Publikasi dalam bentuk tulisan berita dan foto berita tentang kepramukaan dirasa perlu dilakukan sesering mungkin, sehingga masyarakat luas dapat tahu betapa pentingnya gerakan pendidikan kepanduan ini dalam membantu mendidik kaum muda, baik dari segi keterampilan dan keahlian, maupun dari segi budi pekerti yang baik. Publikasi itu juga membantu menghapuskan anggapan bahwa aktivitas Pramuka kurang terdengar, dan kalau pun ada, hanya dalam bentuk latihan, berkemah, baris-berbaris, dan bertepuk Pramuka serta bernyanyi saja. Padahal, kegiatan Pramuka sungguh beragam. Mulai dari akvitas untuk membina para anggota terampil dalam bidang-bidang tertentu, sampai kegiatan Pramuka Peduli yang membantu masyarakat luas. Sayangnya, ditengarai ada kecenderungan ada beberapa anggota komunitas ini yang hanya tertarik pada badge dan ID card tetapi tidak melakukan karya nyata sesuai tujuan komunitas, atau pun kalau membuat dan memuat tulisan berita dan foto berita hanya satu dua kali saja. Memang harus diakui, badge maupun ID card komunitas ISJ yang dibuat Kak R. Andi Widjanarko terbilang bagus, sehingga tak heran banyak yang ingin memilikinya. Tetapi kalau hanya ingin memiliki badge dan ID card tanpa karya nyata, tentu bukan itu yang dimaksudkan dalam pembentukan komunitas ISJ. Itulah sebabnya, para pendiri komunitas ISJ, yang terdiri dari Kak Djoko AW dari Surabaya (Jawa Timur), Kak Taufik Umar Prayoga dari Bogor (Jawa Barat), Kak Paklong Pradana dari Kepulauan Riau, serta Kak Andi dan saya sendiri dari Jakarta, sedang berdiskusi untuk meregistrasi ulang anggota komunitas. Bisa jadi, ada yang mengatakan mereka sebenarnya ingin juga menulis berita dan membuat foto berita, tetapi menurut mereka itu tidak mudah. Sesungguhnya hal itu kurang tepat, karena banyak peristiwa atau kegiatan kepramukaan, bahkan sekecil apa pun aktivitas tersebut, dapat dijadikan bahan tulisan dan foto berita. Ambil contoh, latihan di Gugus depan (Gudep). Adik-adik yang ikut membantu membersihkan sanggar Gudep bisa difoto aktivitasnya dan dibuat tulisan beritanya. Pramuka yang membantu mengambil sampah di halaman sekolah dan memasukkannya ke dalam tempat sampah, dapat juga dijadikan berita. Demikian pula Pramuka yang bersepeda dan berhenti sebelum garis penanda saat lampu merah menyala, dapat menjadi bahan berita. Intinya bahan berita, baik untuk tulisan maupun foto, tidak perlu selalu yang kelihatannya “wah” atau “hebat” saja. Di rumah pun, seorang Pramuka Penggalang walau hanya menggunakan kaus lapangannya sedang membantu ibu di dapur, dapat dijadikan bahan berita. Seperti sudah sering disebutkan, dalam membuat berita, baik dalam bentuk tulisan maupun foto (terutama saat menyusun keterangan foto), dasar 5W + 1H diupayakan ada.  Itu adalah what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana). Jadi, apa kegiatannya, siapa saja yang terlibat, kapan dan di mana kegiatan itu, mengapa kegiatan itu dilaksanakan, dan bagaimana kegiatan itu berlangsung. Baik tulisan maupun foto berita, tentu saja perlu judul. Tidak perlu terlalu takut atau bingung membuat judul. Bila ingin menulis dan atau membuat foto berita tentang Pramuka yang membantu membersihkan sampah, untuk mudahnya bisa saja diberi judul “Pramuka Bantu Bersihkan Sampah”. Atau melihat Pramuka yang taat berlalu-lintas saat bersepeda dapat diberi judul “Pramuka Taat Aturan Lalu-lintas”. Nanti pelan-pelan dikembangkan, baik isi tulisan atau foto berita yang dibuat, maupun judulnya. Semakin sering berlatih menulis dan membuat foto berita, serta sering pula membaca dan melihat foto-foto berita yang ada, akan membuat kemampuan menulis dan membuat foto berita semakin berkembang. Syarat hanya satu, mulailah menulis dan membuat foto berita. Bila tak pernah memulai, maka kita tak akan bisa mengembangkan diri. Jadi, ayo kembangkan diri kita dengan menulis berita dan membuat foto berita tentang aktivitas Pramuka. Mari kita lakukan bersama-sama, agar publikasi tentang Gerakan Pramuka dan semua aktivitas kepanduan, semakin lama semakin banyak. Pada gilirannya, hal itu akan menumbuhkan juga apresiasi masyarakat luas terhadap semua upaya positif yang dilakukan para Pramuka. Catatan: Tulisan ini dimaksudkan sebagai penyemangat bagi adik dan kakak anggota Komunitas ISJ yang ingin mulai menulis berita dan membuat foto berita, tetapi masih ragu-ragu. Untuk itu, komentar, saran, dan pendapat, sungguh dinantikan. Terima kasih.

Selasa, 01 Sep 2026Baca →
ISJ, Komunitas Pewarta Pramuka
Newsroom 9 Views

ISJ, Komunitas Pewarta Pramuka

Sejak beberapa waktu lalu telah ada komunitas pewarta Pramuka, yang dalam Bahasa Inggris disebut Indonesia Scout Journalist (ISJ). Ide ini berawal ketika Kak R. Andi Widjanarko menghubungi saya. Dia berprofesi sebagai fotografer profesional, yang juga aktif dalam komunitas penggemar barang-barang jadul (jaman dulu). Salah satu yang dikoleksinya adalah seragam-seragam berbagai organisasi, termasuk seragam kepanduan dari berbagai negara. Mengetahui saya juga senang mengoleksi memorabilia kepanduan, dia menghubungi saya. Awalnya, Kak Andi mengungkapkan ingin membentuk komunitas pencinta foto kepanduan. Saya lalu memberi ide, mengapa tidak membentu komunitas pewarta kepanduan saja, jangan dibatasi hanya pewarta foto? Kak Andi setuju. Komunitas itu lalu dinamakan The Indonesia Scout Journalist Community (Komunitas Pewarta Scout Indonesia). Tidak ada tanggal tepat pendirian komunitas tersebut, bila diperlukan, dapat dicatat 14 Agustus 2015 adalah untuk pertama kalinya diperkenalkan badge ISJ yang merupakan desain dan buatan Kak Andi. Badge yang pertama dibuatnya, diserahkan kepada saya. ISJ pada hakekatnya adalah komunitas kemasyarakatan non-politis yang bersifat independen, bukan merupakan bagian dari Gerakan Pramuka, tetapi membantu upaya yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, maupun minat pewarta untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan. Baik dalam bentuk tulisan berita maupun foto berita. Komunitas ini memang terbuka juga untuk mereka yang bukan anggota Gerakan Pramuka. Tidak dipersoalkan apakah pernah atau sama sekali belum pernah aktif di Gerakan Pramuka. Intinya, komunitas ini terbuka untuk semua warganegara Indonesia yang menyetujui tujuan komunitas. Setidaknya ada tiga tujuan komunitas, yaitu membantu meningkatkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, membantu meningkatkan minat pewarta umum untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan, serta menghimpun pewarta, baik dari kalangan Gerakan Pramuka maupun dari luar Pramuka, untuk bersama-sama mengembangkan hobi jurnalistik yang dapat dikembangkan menjadi profesi pilihan. Dalam perjalanan awalnya, ada beberapa lagi yang ikut bergabung mendirikan komunitas ini. Mereka antara lain Kak Djoko AW dari Surabaya, Jawa Timur, dan Kak Taufik Umar Prayoga dari Bogor, Jawa Barat. Ada lagi Kak Paklong Pradana dari Kepulauan Riau. Serta sejumlah nama lainnya. Selain Kak Andi yang sudah tak aktif lagi menjadi anggota Gerakan Pramuka, nama-nama lain yang disebutkan masih aktif di Gerakan Pramuka. Baik di gugusdepan maupun di kwartir masing-masing. Mengingat sebagian besar di antara kelima pendiri awal komunitas juga merupakan kolektor benda memorabilia kepanduan, maka ISJ juga diarahkan agar melengkapi aktivitas mengoleksi tersebut. Seperti dijelaskan Kak Djoko AW, kehadiran ISJ untuk melakukan upaya-upaya cerdas agar aktivitas Pramuka terdokumentasi dengan baik, terjadi dengan cantik, dan dapat diminati serta dinikmati siapa saja. Ini memang penting, karena dari pengalaman selama ini sebagai seorang kolektor memorabilia kepanduan dan penulis sejarah kepanduan, saya cukup merasakan kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan tulisan berita dan foto berita kepanduan di Indonesia dari masa lalu. Contoh yang paling mudah, foto-foto dan tulisan berita tentang apel besar di depan Istana Negara saat Presiden RI Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 14 Agustus 1961 – tanggal yang kemudian dijadikan Hari Pramuka dan diperingati tiap tahunnya – cenderung hanya itu-itu saja. Tidak banyak foto yang tersisa. Foto pembangunan dan peresmian Jalan Pramuka – salah satu jalan utama di bilangan Jakarta Timur – yang dikerjakan para Pramuka bersama para pegawai PU pada 1964, juga sudah sukar ditemukan. Padahal itu kejadiannya di Jakarta yang merupakan ibu kota negara. Kita tidak tahu bagaimana pendokumentasian tulisan berita dan foto berita pada aktivitas kepramukaan di daerah-daerah. Belum lagi, sampai saat ini masih sering disebutkan Gerakan Pramuka kurang “bergema” aktivitasnya. Padahal dengan lebih dari 20 juta anggota, seharusnya tiap hari dapat terdengar aktivitas positif para Pramuka. Lagi-lagi itu karena di kalangan Pramuka sendiri kurang mempublikasikan kegiatannya. Sementara pewarta non-Pramuka juga tak meliput dan memberitakan, bisa jadi karena tak mendapat informasi yang lengkap dari kalangan Gerakan Pramuka sendiri. Itulah sebabnya, komunitas ISJ dibentuk. Mereka yang bergabung dalam komunitas tersebut, selayaknya senantiasa mempublikasikan tulisan berita dan foto berita. Baik di media massa tradisional (surat kabar, majalah, radio, televisi), atau pun media online dan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, Google+, dan juga situs-situs jurnalisme warga yang tersebar di mana-mana. Lewat cara itu, diharapkan ISJ dapat membantu mempublikasikan aktivitas Pramuka, yang pada gilirannya akan membuat masyarakat semakin mengenal dan mempercayai Gerakan Pramuka. Selanjutnya, bukan tak mungkin masyarakat akan mengapresiasi dengan membantu Gerakan Pramuka memberikan pendidikan bagi anak-anak dan remaja, baik pendidikan dalam bentuk keterampilan, maupun pendidikan moral dan budi pekerti. Suatu hal yang pasti berguna bagi anak dan remaja di masa kini dan masa depan.

Selasa, 01 Sep 2026Baca →
30 Peserta Ikuti ToT LifeLeader 2026 : Indonesian Scout Impact Innovators for Earth
Newsroom 87 Views

30 Peserta Ikuti ToT LifeLeader 2026 : Indonesian Scout Impact Innovators for Earth

JAKARTA -- Sebanyak 30 peserta dari 11 Kwartir Daerah mengikuti Training of Trainer (ToT) LifeLeaders 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka di Taman Rekreasi Wiladatika. Kegiatan secara resmi dimulai pada Rabu, 26 Agustus 2026, mengusung tema Indonesian Scout Impact Innovators for Earth dan akan berlangsung sampai dengan Jumat, 28 Agustus 2026 mendatang. Pembukaan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP., M.M.. Dalam sambutannya, Kak Toto menegaskan bahwa Scouts for SDGs menjadi kerangka penting untuk melihat kontribusi Gerakan Pramuka dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Kerangka besar LifeLeader adalah Scouts for SDGs. Sejak 2015, semua negara tanpa kecuali bergerak menyelenggarakan SDGs ini, pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Targetnya adalah agar dunia menjadi lebih baik, better world,” ujar tegasnya. Fokus ToT kali ini adalah mengarahkan peserta untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus memperluas dampak gerakan melalui kerangka Scouts for SDGs. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diperkuat dalam aspek kepemimpinan, tetapi juga didorong untuk mampu membaca persoalan, menemukan kebutuhan nyata, merancang solusi, menggerakkan orang lain, serta menghasilkan perubahan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Rabu, 26 Agu 2026Baca →
Liputan VIDEO : Jamnas XII Resmi Ditutup | TVOne
Video 8 Views

Liputan VIDEO : Jamnas XII Resmi Ditutup | TVOne

Jambore Nasional Gerakan Pramuka (Jamnas) XII 2026 resmi berakhir di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur resmi ditutup pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti hampir 20 ribu Pramuka Penggalang dari berbagai daerah serta perwakilan negara sahabat.

Jumat, 21 Agu 2026Baca →
Halaman 3 dari 4