Arsip Informasi
Kategori : Newsroom

Persiapan Jamda I Kwarda Kaltara, Mulai Diarahkan dengan Pembagian Tugas dan Pemetaan Kebutuhan
TARAKAN -- Sekitar 650 Pramuka Penggalang dari seluruh Kalimantan Utara akan mengikuti Jambore Daerah (Jamda) Kaltara I yang dijadwalkan berlangsung akhir November 2026 di Kabupaten Bulungan. Kegiatan perdana tingkat daerah tersebut mulai dipersiapkan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kaltara dengan melibatkan sekitar 100 orang dalam kepanitiaan. Ketua Kwarda Kaltara Hj. Rahmawati, S.H., mengatakan persiapan mulai diarahkan pada pembagian tugas dan pemetaan kebutuhan di lapangan. Sebagian besar panitia berasal dari Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Kwartir Cabang (Kwarcab) di Kaltara. “Sekarang persiapannya sudah mulai kita bagi per bidang. Panitia sekitar 100 orang dan sebagian besar dari Penegak dan Pandega yang ada di Kwarcab masing-masing. Mereka nanti membantu menyiapkan kebutuhan sesuai bidangnya, jadi sejak awal sudah bisa diketahui apa saja yang perlu disiapkan,” kata Rahmawati, Rabu (23/9/2026). Jamda Kaltara I juga akan melibatkan peserta dari luar provinsi. Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Timur mendapat undangan, sementara organisasi kepanduan dari Malaysia dan Brunei juga direncanakan hadir. Kehadiran peserta dari luar daerah akan memperluas interaksi peserta selama jambore. Rahmawati menyebut kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk bertemu dengan anggota Pramuka dari daerah lain sekaligus mengenal kegiatan kepanduan dari luar Indonesia. “Kita memang mengundang dari Kaltim, kemudian ada juga rencana mengundang teman-teman kepanduan dari Malaysia dan Brunei. Jadi peserta nanti tidak hanya bertemu dengan teman-teman dari Kaltara, tetapi bisa bertambah pengalaman dan kenalan selama mengikuti Jamda,” ujarnya. Pemerintah Provinsi Kaltara bersama sejumlah pihak di daerah turut mendukung pelaksanaan Jamda. Kwarda meminta setiap Kwarcab menyiapkan kontingen masing-masing sebelum kegiatan berlangsung di Bulungan. Rahmawati mengatakan persiapan kontingen perlu dilakukan sejak sekarang agar peserta datang dengan kesiapan yang cukup, terutama karena Jamda Kaltara I merupakan pelaksanaan pertama yang digelar Kwarda Kaltara. “Kami berharap Kwarcab mulai menyiapkan kontingennya dari sekarang. Jangan sampai nanti mendekati pelaksanaan baru sibuk menyiapkan kebutuhan. Peserta juga diharapkan bisa mengikuti seluruh kegiatan dengan baik dan mendapatkan pengalaman baru selama di Jamda,” katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Jamda Kaltara I 2026, Panji, meminta setiap wakil ketua segera menyusun rencana kerja sesuai bidang masing-masing. Rencana tersebut ditargetkan selesai dan dikumpulkan paling lambat Kamis, 1 Oktober 2026. Menurut Panji, rencana kerja diperlukan agar setiap bidang memiliki gambaran yang jelas mengenai pekerjaan, kebutuhan dan batas waktu penyelesaian. Seluruh rencana kemudian disesuaikan dengan jadwal utama pelaksanaan Jamda. “Sekarang masing-masing wakil ketua saya minta mulai menyusun rencana kerjanya. Isinya harus jelas, apa yang dikerjakan, apa kebutuhannya dan kapan target selesainya. Paling lambat 1 Oktober sudah dikumpulkan supaya kita bisa melihat keseluruhan persiapannya,” kata Panji. Ia mengatakan waktu persiapan perlu dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan teknis sejak awal. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan statusnya sebagai Jamda pertama Kwarda Kaltara, setiap bidang perlu mengetahui pekerjaan masing-masing sebelum kegiatan memasuki tahap pelaksanaan. “Kita tidak mau ketika sudah mendekati hari pelaksanaan baru mencari tahu kebutuhan di lapangan. Dari sekarang harus dipetakan. Karena ini Jamda pertama Kaltara, setiap bidang harus tahu pekerjaannya dan saling terhubung dengan jadwal yang sudah dibuat,” pungkasnya.
ISJ, Komunitas Pewarta Pramuka
Sejak beberapa waktu lalu telah ada komunitas pewarta Pramuka, yang dalam Bahasa Inggris disebut Indonesia Scout Journalist (ISJ). Ide ini berawal ketika Kak R. Andi Widjanarko menghubungi saya. Dia berprofesi sebagai fotografer profesional, yang juga aktif dalam komunitas penggemar barang-barang jadul (jaman dulu). Salah satu yang dikoleksinya adalah seragam-seragam berbagai organisasi, termasuk seragam kepanduan dari berbagai negara. Mengetahui saya juga senang mengoleksi memorabilia kepanduan, dia menghubungi saya. Awalnya, Kak Andi mengungkapkan ingin membentuk komunitas pencinta foto kepanduan. Saya lalu memberi ide, mengapa tidak membentu komunitas pewarta kepanduan saja, jangan dibatasi hanya pewarta foto? Kak Andi setuju. Komunitas itu lalu dinamakan The Indonesia Scout Journalist Community (Komunitas Pewarta Scout Indonesia). Tidak ada tanggal tepat pendirian komunitas tersebut, bila diperlukan, dapat dicatat 14 Agustus 2015 adalah untuk pertama kalinya diperkenalkan badge ISJ yang merupakan desain dan buatan Kak Andi. Badge yang pertama dibuatnya, diserahkan kepada saya. ISJ pada hakekatnya adalah komunitas kemasyarakatan non-politis yang bersifat independen, bukan merupakan bagian dari Gerakan Pramuka, tetapi membantu upaya yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, maupun minat pewarta untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan. Baik dalam bentuk tulisan berita maupun foto berita. Komunitas ini memang terbuka juga untuk mereka yang bukan anggota Gerakan Pramuka. Tidak dipersoalkan apakah pernah atau sama sekali belum pernah aktif di Gerakan Pramuka. Intinya, komunitas ini terbuka untuk semua warganegara Indonesia yang menyetujui tujuan komunitas. Setidaknya ada tiga tujuan komunitas, yaitu membantu meningkatkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, membantu meningkatkan minat pewarta umum untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan, serta menghimpun pewarta, baik dari kalangan Gerakan Pramuka maupun dari luar Pramuka, untuk bersama-sama mengembangkan hobi jurnalistik yang dapat dikembangkan menjadi profesi pilihan. Dalam perjalanan awalnya, ada beberapa lagi yang ikut bergabung mendirikan komunitas ini. Mereka antara lain Kak Djoko AW dari Surabaya, Jawa Timur, dan Kak Taufik Umar Prayoga dari Bogor, Jawa Barat. Ada lagi Kak Paklong Pradana dari Kepulauan Riau. Serta sejumlah nama lainnya. Selain Kak Andi yang sudah tak aktif lagi menjadi anggota Gerakan Pramuka, nama-nama lain yang disebutkan masih aktif di Gerakan Pramuka. Baik di gugusdepan maupun di kwartir masing-masing. Mengingat sebagian besar di antara kelima pendiri awal komunitas juga merupakan kolektor benda memorabilia kepanduan, maka ISJ juga diarahkan agar melengkapi aktivitas mengoleksi tersebut. Seperti dijelaskan Kak Djoko AW, kehadiran ISJ untuk melakukan upaya-upaya cerdas agar aktivitas Pramuka terdokumentasi dengan baik, terjadi dengan cantik, dan dapat diminati serta dinikmati siapa saja. Ini memang penting, karena dari pengalaman selama ini sebagai seorang kolektor memorabilia kepanduan dan penulis sejarah kepanduan, saya cukup merasakan kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan tulisan berita dan foto berita kepanduan di Indonesia dari masa lalu. Contoh yang paling mudah, foto-foto dan tulisan berita tentang apel besar di depan Istana Negara saat Presiden RI Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 14 Agustus 1961 – tanggal yang kemudian dijadikan Hari Pramuka dan diperingati tiap tahunnya – cenderung hanya itu-itu saja. Tidak banyak foto yang tersisa. Foto pembangunan dan peresmian Jalan Pramuka – salah satu jalan utama di bilangan Jakarta Timur – yang dikerjakan para Pramuka bersama para pegawai PU pada 1964, juga sudah sukar ditemukan. Padahal itu kejadiannya di Jakarta yang merupakan ibu kota negara. Kita tidak tahu bagaimana pendokumentasian tulisan berita dan foto berita pada aktivitas kepramukaan di daerah-daerah. Belum lagi, sampai saat ini masih sering disebutkan Gerakan Pramuka kurang “bergema” aktivitasnya. Padahal dengan lebih dari 20 juta anggota, seharusnya tiap hari dapat terdengar aktivitas positif para Pramuka. Lagi-lagi itu karena di kalangan Pramuka sendiri kurang mempublikasikan kegiatannya. Sementara pewarta non-Pramuka juga tak meliput dan memberitakan, bisa jadi karena tak mendapat informasi yang lengkap dari kalangan Gerakan Pramuka sendiri. Itulah sebabnya, komunitas ISJ dibentuk. Mereka yang bergabung dalam komunitas tersebut, selayaknya senantiasa mempublikasikan tulisan berita dan foto berita. Baik di media massa tradisional (surat kabar, majalah, radio, televisi), atau pun media online dan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, Google+, dan juga situs-situs jurnalisme warga yang tersebar di mana-mana. Lewat cara itu, diharapkan ISJ dapat membantu mempublikasikan aktivitas Pramuka, yang pada gilirannya akan membuat masyarakat semakin mengenal dan mempercayai Gerakan Pramuka. Selanjutnya, bukan tak mungkin masyarakat akan mengapresiasi dengan membantu Gerakan Pramuka memberikan pendidikan bagi anak-anak dan remaja, baik pendidikan dalam bentuk keterampilan, maupun pendidikan moral dan budi pekerti. Suatu hal yang pasti berguna bagi anak dan remaja di masa kini dan masa depan.

30 Peserta Ikuti ToT LifeLeader 2026 : Indonesian Scout Impact Innovators for Earth
JAKARTA -- Sebanyak 30 peserta dari 11 Kwartir Daerah mengikuti Training of Trainer (ToT) LifeLeaders 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka di Taman Rekreasi Wiladatika. Kegiatan secara resmi dimulai pada Rabu, 26 Agustus 2026, mengusung tema Indonesian Scout Impact Innovators for Earth dan akan berlangsung sampai dengan Jumat, 28 Agustus 2026 mendatang. Pembukaan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP., M.M.. Dalam sambutannya, Kak Toto menegaskan bahwa Scouts for SDGs menjadi kerangka penting untuk melihat kontribusi Gerakan Pramuka dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Kerangka besar LifeLeader adalah Scouts for SDGs. Sejak 2015, semua negara tanpa kecuali bergerak menyelenggarakan SDGs ini, pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Targetnya adalah agar dunia menjadi lebih baik, better world,” ujar tegasnya. Fokus ToT kali ini adalah mengarahkan peserta untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus memperluas dampak gerakan melalui kerangka Scouts for SDGs. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diperkuat dalam aspek kepemimpinan, tetapi juga didorong untuk mampu membaca persoalan, menemukan kebutuhan nyata, merancang solusi, menggerakkan orang lain, serta menghasilkan perubahan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

DKD DKI Jakarta Gelar Sidparda : Komitmen Lahirkan Program Strategis yang Berdampak
Dewan Kerja Daerah (DKD) DKI Jakarta menyelenggarakan Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) pada Minggu (22/2/2026) di Aula Gedung Kwartir Daerah (Kwarda) DKI Jakarta. Forum tertinggi di tingkat daerah tersebut diikuti oleh perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-DKI Jakarta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta, Kak Ratiyono, yang didampingi Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kak Risnamurti, Wakil Ketua Bidang Satuan Karya Pramuka, Satuan Komunitas Pramuka, dan Gugus Darma Pramuka Kak Zarkasih, Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Statistik, Informasi dan Hubungan Antarlembaga Kak Triadi Suparta, serta Andalan Bina Muda Kwarda DKI Jakarta. Dalam sambutannya, Kak Ratiyono menegaskan bahwa Sidparda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang permusyawaratan tertinggi di tingkat daerah yang mencerminkan kedewasaan dalam berorganisasi, berkegiatan, serta mengambil keputusan strategis bagi Gerakan Pramuka di DKI Jakarta. “Sidparda bukan hanya agenda rutin, namun merupakan ruang permusyawaratan tertinggi di tingkat daerah yang menjadi cerminan kedewasaan kita dalam berorganisasi, berkegiatan, dan mengambil keputusan yang berdampak luas bagi Gerakan Pramuka khususnya di DKI Jakarta,” ujarnya. Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum penuh tantangan yang menuntut Gerakan Pramuka untuk tetap relevan, adaptif, dan progresif di tengah dinamika zaman. Namun demikian, inovasi tidak boleh menggerus jati diri serta nilai dasar kepramukaan. “Kita tidak boleh hanya menjaga tradisi tanpa inovasi, namun juga tidak boleh kehilangan jati diri dan nilai dasar kepramukaan, yakni Trisatya dan Dasadarma,” tegasnya. Menurutnya, Trisatya dan Dasadarma harus menjadi fondasi utama dalam membangun program pembinaan yang konseptual, inklusif, dan berorientasi pada masa depan. Ia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan hal yang wajar dan justru dapat menjadi penguat organisasi. “Perbedaan pandangan sangat wajar dalam berorganisasi, namun hendaknya menjadi penguat. Ingat, debat itu oke, karena lawan berdebat adalah kawan berpikir,” tambahnya. Sementara itu, Ketua DKD DKI Jakarta, Kak Vina Dwi Cahyani, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Sidparda. Ia berharap forum tersebut menghasilkan program-program konkret dan strategis yang berdampak langsung bagi Pramuka Penegak dan Pandega di DKI Jakarta serta memberi manfaat bagi masyarakat luas. Sedangkan Kak Nabilah Putri delegasi Jakarta Selatan menyampaikan bahwa Sidparda sudah berjalan dengan tertib dan demokratis, serta penuh rasa tanggung jawab. “Semoga kedepannya pramuka dapat menjadi wadah pembelajaran yang baik bagi renaja dan anak muda bangsa Indonesia.” Ujarnya. Sidparda 2026 diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-DKI Jakarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) Kak Raihan. Melalui Sidang Paripurna Daerah ini, DKD DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Pramuka Penegak dan Pandega sebagai motor penggerak pembinaan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kepramukaan.

Meeting With Co Founder: Mengenal Lebih Dekat Komunitas Indonesian Scout Journalist
SULSEL -- The Indonesian Scout Journalist Community atau disingkat ISJ merupakan komunitas kemasyarakatan non-politis yang bersifat independen, yang disepakati terbentuk pada tanggal 14 Agustus 2015. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, maupun minat pewarta untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan. Hal inilah yang disampaikan oleh Kak R. Andi Widjanarko, ISJ #003 Co Founder Komunitas Indonesian Scout Journalist (ISJ) saat menjadi Narasumber kegiatan ISJ Meeting With Founder saat Temu ISJ Sulawesi Selatan yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu (Minggu, 21/09/2025). Lebih lanjut diungkapkan bahwa meskipun demikian, komunitas ini bukan bagian dari organisasi Gerakan Pramuka, karenanya untuk tidak melanggar aturan yang ada, maka penamaannya dilakukan dalam Bahasa Inggris: “The Indonesian Scout Journalist Community”. Penggunaan nama “Pramuka” pada nama komunitas dihindari untuk tidak melanggar aturan, khususnya UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, yang mana antara lain mensyaratkan semua organisasi/kelompok yang menggunakan nama “Pramuka” haruslah menjadi bagian dari organisasi Gerakan Pramuka, dan mengikuti aturan yang berlaku. Untuk komunitas, harus dibentuk dalam status Satuan Komunitas Pramuka (Sako), yang tidak semudah untuk melakukannya. Sedangkan dalam bentuk Gugus Darma, berarti tidak boleh melibatkan peserta didik Gerakan Pramuka, apalagi orang yang bukan anggota Gerakan Pramuka. Pria yang biasa disapa Kak Andi ini juga menjelaskan bahwa Komunitas ini terbuka untuk semua Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing yang menyetujui tujuan dari Komunitas ISJ ini yakni Membantu meningkatkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka. Selain itu, tujuan lain dari ISJ ini adalah untuk membantu meningkatkan minat pewarta umum untuk lebih banyak mempublikasikan berita kepramukaan dan menghimpun pewarta, baik dari kalangan Gerakan Pramuka maupun dari luar Pramuka, untuk bersama-sama mengembangkan hobi jurnalistik (foto, video, tulis, gambar, ilustrasi) yang dapat dikembangkan menjadi profesi pilihan. “Melalui Komunitas Indonesian Scout Journalist dapat menjadi wadah untuk menghimpun kakak-kakak yang menyukai dan memilki hobi dibidang Jurnalistik baik itu melalui Tulisan/ Berita, Foto, Video, Design Grafis, Ilustrasi dan lain sebagainya khususnya yang terkait dengan Kepramukaan,” ungkap Kak R. Andi Widjanarko. Temu ISJ Sulawesi Selatan Tahun 2025 diikuti oleh 64 Orang Peserta dari 13 Kab. Kota yang ada di Sulawesi Selatan dan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Simbang Je’netaesa Kab. Maros Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 20 s.d 21 September 2025.
FOTO : Kwarda Aceh Hadir di Rakernas 2025 Gerakan Pramuka
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Aceh Cut Bang H. Muzakir Manaf (Mualem) beserta jajaran pimpinan turut hadiri Rapat Kerja Nasional 2025 Gerakan Pramuka, 13 sampai dengan 15 Januari 2025.
